wayjeparanegriku

Just another WordPress.com site

TAJWID (PEDOMAN DAURAH ALQU’AN

TAJWID/ TAHSIN
PEDOMAN DAURAH AL-QUR’AN

KAJIAN ILMU TAJWID
DISUSUN SECARA APLIKATIF

BAB I
MUKADIMAH

KEISTIMEWAAN AL QUR’AN
• Pahala membaca Al Qur’an adalah perhuruf
• Jika direnungkan akan menjadi ruh penggerak bagi kemajuan kehidupan manusia QS 42: 52 dan QS 39:29
• Jika dihafal menjadi tolak ukur keimanan seseorang QS 29:49
• Sesungguhnya orang yang didalam dadanya tidak terdapat sebagian ayat dari Al qur’an maka bagaikan rumah yang tidak berpenghuni.

BAB II
PENGANTAR ILMU TAJWID

1. PENGERTIAN ILMU TAJWID
Menurut bahasa tajwid artinya membaguskan, menurut istilah mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberikan hak dan mustahaknya. Hak adalah sifat asli (hams, jahr dll). Mustahak (idgom, idhar, ikhfa).

2. KEUTAMAAN ILMU TAJWID
Secara teori adalah fardu kifayah: apabila didalam suatu kampung tidak ada yang mempelajarinya maka berdosalah seluruh kampung tersebut, jika sudah ada salah seorang yang mempelajarinya maka gugurlah kewajiban/ dosa orang lain tersebut.
Hokum membaca al qur’an sesuai dengan tajwid adalah fardu ‘ain / kewajiban setiap individu

3. TUJUAN MEMPELAJARI
• terhindar dari kesalahan yang dapat merubah arti
• terhindar dari kesalahan yang tidak sampai merubah arti (seperti kurang dengung dll)

4. KEUTAMAAN BELAJAR TAJWID
• Sebagai tolak ukur keimanan seseorang
• Sebaik-baik kesibukan dalam hadits: sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al qqur’an dan mengajarkannya.
• Akan tenteram, turun rahmat, dinaungi oleh malaikan dan disebut-sebut oleh malaikat.

5. TINGKATAN MEMBACA AL QUR’AN
• At TAhqiq : bacaan dengan sangat lambat (untuk mengajarkan bacaan yang sempurna).
• At Tartil : lambat dengan bertajwid standar ( yang paling bagus, QS 25:32)
• At Tadwir: bacaan yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat
• Al Hadr: bacaan yang cepat namun masih dengan tajwidnya.
6. HUKUM TA,AWUD DAN BASMALAH
Hukumnya sunnah yang dianjurkan QS 16:98
Hokum membaca basmalah sangat dianjurkan baik suara keras atau pelan (ulama menyebutnya wajib sina’I yaitu apabila ditinggalkan tidak berdosa.

Cara membaca basmalah dengan isti’adah dan ayat
• Isti’adah, basmalah dan ayat dibaca terpisah semua
• Isti’adah, basmalah dan ayat dibaca sambung semua (wasol/ nyambung)
• Isti’adah terpisah, basmalah dan surat diwasol/ disambung.
• Isti’adah dan basmalah dibaca wasol/ nyambung, sedang surat terpisah.

Adapun menyambung akhir surat dengan basmalah kemudian berhenti, baru diteruskan ayat dalam surat yang baru tidak dibenarkan sebab, basmalah disangkan bagian dari surat yang pertama.

7. KEUTAMAAN MEMBACA ISTI’ADAH
• Obat untuk penyakit hati QS 10:107
• Agar syaitan tidak mampu membakar hati manusia, dan sebagai peredam
• Malaikat akan mendekati si pembaca Al qur’an.
• Terhindar dari tipu daya setan QS 17:64
• Mengusir kehadiran setan saat membaca al Qur’an
• Menjauhakan dari godaan setan.

BAB III
TEMPAT TEMPAT KELUARNYA HURUF
(MAKHARAJUL HURUF)
1. rongga mulut (al jauf): yaitu huruf-huruf mad (huruf-huruf yang dibaca panjang)
2. lidah (lisan) :
• yang keluar dari pangkal lidah : qof
• turun dari pangkal lidah : khaf
• keluar dari tengah lidah : ya , sya, ja
• keluar dar dua sisi lidah, salah satunya bertemu dengan gigi geraham: dhod
• menggerakkan semua lidah: lam, ro
• menggunakan ujung lidah: nun
• keluar dari ujung lidah yang bertemu dengan gigi bagian atas: tho, da, ta
• keluar dari ujung lidah, ujung lidah keluar sedikit dan bertemu dengan ujung gigi depan bagian atas: dho, dha, tsa
• keluar dari ujung lidah dan bertemu dengan ujung gigi depan bagian atas:sho, sa za

3. rongga hidung:
• gunnah musyadadah: nun dan mim bertasydid
• idgam bigunnah : nun mati atau tanwin bertemu dengan ya, nun, mn, wau
• lafatd irkam ma’ana (idgam mutajanisain)
• idgom mistlain (mim mati bertemu dengan mim)
• iqlab (nun atau tanwin bertemu dengan ba)
• Ikhfa hakiki (nun mati atau tanwin bertemu dengan: ta,tsa, ja,dal, dha, za, sin syin, shod, dhod, tho, dho, fa,, qof, kaf)
• Ikhfa safawi ( mmim mati bertemu dengan ba)

4. tengggorokan:
• tenggorokan bawah yaitu: hamzah dan Ha besar
• tenggorokan tengah yaitu: ‘ain dan ha kecil/ringan
• tenggorokan atas yaitu: gho dan kho

5. dua bibir
• keluar dari bibir bawah bagian dalam yang bertemu dengan ujung gigi seri atas (bibir tidak rapat)
• keluar dari kedua bibir yang dirapatkan, sedang wau dengan memoyongkan bibir : wau, ba, ma

BAB IV
SIFAT-SIFAT HURUF
A. Sifat-sifat yang berlawanan
1. Al Hams (samara/ ada aliran yang keluar): ta, fa, khaf, ha besar, ha ringan, tsa, sin, syin, shod, kho.
Lawannya Al Jahr (jelas): hurufnya sisanya dari al hams
2. as sidah: Kuat : alif, ja, dal, qof, tho, ba, khaf, ta
at tawasut (sedang) : lam, nun, ‘ain, mim, ro
ar rokhowah (lemah); sisanya dari yang kuat dan yang sedang
3. al isti’la (terangkat); kho, qof, gho, tho, dho, sho, dhod,
al Istifal (menurun): sisnya dari yang terangkat
4. Al Itbaq ; lengket : sho, dhod, tho, dho
Al istifal (terpisah): sisanya dari yang lengket
5. Al Idlaq (yang lancip lidah): fa, ro, ma, na, la, ba.
Al ismat (tertahan): terdapat pada huruf-huruf rubai, khumasi (bukan dari kata arab asli seperti: ‘asjad)

B. Sifat-sfat yang tidak berlawanan
• As shofir (suara yang mirip burung):sho, sa, ja
• Al qolqolah: bergetar/ memantul : qf, tho, ba, jim dal
• Al lin (lembut): wau dan ya mati sebelumnya baris fathah.
• Al inhiraf (artinya miring): ro, lam
• At takrir (mengulangi): ro
• At tafasyi (meyebar, udara menyebar didalam mulut) syin
• Al istitolah ( memanjang): dhod

BAB V
HUKUM NUN MATI DAN TANWIN

1. Izh-har halqi : nun mati/ tanwin bertemu dengan huruf-huruf yang keluar dari tenggorokan maka dibacanya jelas nun mati atau tanwinnya.

Contoh: min haad, man aamana, min ‘ilmi, min ghillin, min khoiri. Min hasana

2. idghom:
• Idghom bigunnah ( masuk dengan dengung): nun mati atau tanwin bertemu dengan : ya, nun,, min, wau. Ditahan dan didengunkan kehidung.
• Idghom bi la gunngah (masuk tidak dengan dengung): nun mati atau tanwin bertemu dengan lam dan ro, tidak ditahan.
3. iklab yaitu membalik atau berubah: bila nun mati atau tanwin bertemu dengan ba, maka nun atau tanwin dibacanya berubahh menjadi mim.

4. ikhfa hakki: nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf yang lima belas, dibacanya samara,samara atau jadi “NG” dengan kadar kedekatan yang berbeda.

Contoh idgom: min robbihim dibaca mir robbihim, asy haduan laa illaha illahllah dibaca, asy hadu alla illaha illallah.

Kecuali idhar mutlak yaitu: sin wanun, qin wa nun, ad dun ya, bun ya nun, .tetap dibaca jelas bukan di idghomkan.

Contoh ikhfa: in kun tum dibaca ing kung tum

Con toh iklab: min ba’di dibaca mim ba’di

BAB VI
HUKUM MIM MATI

1. IKHFA SAFAWI, yaitu apabila mim matii bertemu dengan ba, maka cara membacanya ditahan dan didengunkan. Contoh tar mihimm bihijaroh

2. IDGOM MITSLAIN/ INDOM MIMI
Yaitu apabila mim mati bertemu dengan mim, maka cara membacanya ditahan dan didengunkan ke h idung. Contoh: in nama ‘alaihim mu’shodah

3. IZH-HAR SAFAWI
Yaitu apabila mim mati bertemu dengan selain ba dan min,, maka dibacanya jelas, dan tidak boleh ditahan.

BABVII
HUKUM MIN DAN NUN BERTASYDID
(gunnah musyadadah)

Apabila ada nun dan mim bertasydid tanpa sebab maka dibaca dengan dengun dan ditahan 2 harkat.
Contoh inn nama, falamm maa

BAB VIII
HUKUM ALIF LAM

1. Alif lam Qomariyah (huruf lam terbaca jelas )
Yaitu apabila alif lam bertemu dengan, hamzah, ba, gho, ha, ja, khaf, wa, kho, fa, ‘ain, qof, ya, mim, ha besar.
Al qoo ri’ah, al kahfi

2. Alim lam syamsiyah (huruf lam tidak terbaca, masuk ke huruf selanjutnya)
Yaitu apabila alif lam bertemu dengan huruf: tho, tsa, sho, ro, ta, dhod, dha, dho, sin, dal nun, za, syin, lam
Contoh: wan nas, ash sholah

BAB IX
HUKUM MAD

1. Mad Asli (tidak dikarenakan sebab hamzah atau sukun), hurufnya: alif sebelumnya baris fathah, ya mati sebelumnya kasroh, wau mati sebelumnya dommah. Panjangnya 2 harokat
• Mad tabi’I (sudah menjadi kebiasaan): atau disebut juga mad asli
• Mad ‘iwad: yaitu mad yang terjadi ketika wakof, tanwin an dibaca aa, hilang N nya dan dipanjangkan.
• Mad badal (pengganti) : yaitu hamzah/ alif yang dipanjangkan: contoh uutiya, aadama, iimanu, iituunii.
• Mad tamkin : yaitu mad yang terjadi pada huruf ya yang bertasydid bertemu dengan ya mati. Contoh; huy yiy tum, fil um miy yiin, an nabiy yin.
• Mad silah qosiroh: ha domir yang tidak diikuti / dan didahului leh huruf mati. Panjangnya 2 harookat.

2. Mad far’I (mad/ pangjang karena sebab hamzah dan sukun)
• Mad yang dikarenakan sebab hamzah
1. mad wajib muttasil: yaitu mad asli yang bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Contoh ulaaika, ida jaa’ anas rullah
2. mad jaiz mungfasil: mad asli yang bertemu dengan hamzah di lain kata: contoh: wama umiruu illa liya’budu…
3. mad silah towilah: ha domir yang bertemu dengan hamzah dalam kata yang terpisah. Panjangnya 4 atau harokat.

• Mad yang dikarenakan sebab sukun atau tasydid
1. mad badal yang bertemu dengan tasydid (alif yang dipanjangkan bertemu dg tasydid. Contoh aad dakaroin, Aallohu khoir
2. mad lajim mukhofaf kalimi: yaitu mad yaitu mad yang bertemu dengan sukun, yang terjadi dalam rangkaian kata. Contoh aaaf aana, aaal aana
3. mad lajim mutsaqol kalimi: yaitu mad yang bertemu dengan tasydid yang terjadi dalam rangkaian kata. Contoh; min daaab bah
4. mad lajim mukhofaf harfi ; yaitu mad yang bertemu dengan sukun yang terjadi dalam rangkaian hufur muotoah, dan yang mengandung ikhfa.
5. mad lajim mutsaqol harfi: yaitu mad yang bertemu dengan tasydid dalam rangkaian huruf-huruf muqoto’ah, yang mengandung idgom.

• Yang bertemu sukun karena wakof/ berhenti
1. mad aridh lis sukun: mad yang bertemu dengan huruf yang disukunkan. Contoh mu’ miniiin , shodikuuun
2. mad liin: yaitu mad yang terjadi karena wakof , dan sebelumnya hurur wawu mati dan ya mamti sebelumnya baaris fathah.

BAB X
TAFHIM DAN TARKIK (TEBAL DAN TIPIS)

Yang hasur dibaca tebal/ tafhim

a. Huruf Isti’la
1. Huruf-huruf Isti’la yang berharokat fathah atau dommah: hurufnya: kho, shod, dhod, gho, tho, qof, dho. Dibaca dengan tingkatan tafhim yang lebih kuat.
2. huruff isti la yang tingkatan ketebalannya lebih ringan: ketika ketika kasroh atau sebelum huruf isti’lanya kasroh, thiin, sikhriyyiin.
3. harus dibaca tebal bila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf – huruf isti’la kecuali ghoin dan kho.

b. Huruf ro
Ro dibaca tafhim apabila:
• ro berharokat fathah: ro
• ro berharokat dommah: ru
• ro sukun sebelumnya berharokat fathah: ar sala ‘alaihim
• ro sukun sebelumnya berharokat dommah: qur’an
• ro sukun sebelumnya hamzah wasol: ir ji’I, amir tabu
• ro sukum sebelumnya berharokat kasroh dan setelahnya huruf is’ti’la, berada dalam satu kata: qir thosun, mir shod.
• Ro sukun karena waqof/ berhenti, sebelumnya huruf fathah: kautsar.
• Ro sukun karena wakof/ berhenti, sebelumnya huruf dommah, takatsur.
• Ro sukun karena waqof/ berhenti sebelumnya ada alif/ panjang: gof faar (panjang karena ada allif)
• Ro sukun karena waqof dan sebelumnya wawu: gofurun syakuur. (panjang karena ada wawu.
• Ro sukun karena wakof sebelumnya huruf mati, ddahului oleh fathah atau dommah: wal fajr, himalatung surf.

Ro dibaca tarqiq/ tipis apabila:
• Ro berharokat kasroh: ri
• Ro sukun sebelumnya berharokat kasroh dan sesudahnya bukan huruf-huruf is’ti’la: fir ‘aun, mir yatun
• Ro sukun sebelumnya kasroh, bertemu dengan huruf isti’a namun dalam kata terpisah: fash bir sobro jamilaa
• Ro sukun karena wakof sebelumnya huruf kasroh atau ya sukun: mun tasir, lakhobiir (panjang ada ya mati)
• Ro sukun kerena wakof, sebelumnya bukan huruf sti’la dan sebelumnya didahului kasroh: did dikr

Ro boleh dibaca tafhim/ tebal atau tarqik/ tipis:
• Ro sukun berharokat kasroh dan sesudahnya huruf isti’la berharokat kasroh: fir qin
• Ro sukun karena wakof, sebelumnya huruf isti’la sukkun yang diawali dengan huruf berharokat kasroh: ‘ainal qitr, mish ri
• Ro sukun karena waqof sebelumnya ada ya terbuang: nadr, yasr.

3. Lafadzh Lam jalalah (ALLAH)
• Dibaca tebal/ tafhim bila didahului oleh sebelum lafad ALLAH huruf yang berharokat domah atau fathah
• Dibaca tipis/ tarqik bila sebelum lafad Allah didahului oleh hururf yang berharokat kasroh.

BAB XI
MACAM-MACAM IDGOM
MUTAMATSILAIN, MUTAJANISAIN, MUTAQORIBAIN

1. IDGOM MUTAMATSILAIN
Yaitu pertemuan dua huruf yang sama makhrof dan sifatnya:
Ta bertemu dengan ta
Kaf bertemu dengan kaf
Ba bertemu dengan ba,
Lam bertemu dengan lam dan seterusnya; cara membacanya ditak ditahan dan tidak dipantulkan. Hilang sifat huruf yang pertama.
Contoh: fama robihat tija, yud rik kum, id rib bi’ashokal hajar.

2. IDGOM MUTAJANISAIN
Pertemuan dua huruf yang sama makhroj tetapi sifatnya berlainan:
• Ta-dal-tho
• Tsa-dha-dho
• Ba-mim
Maka cara membacanya masuk/ melebur pada huruf yang kedua.

3. IDGOM MUTAQORIBAIN
Yaitu pertemuan dua huruf yang makhroj dan sifatnya hempir berdekatan:
• Lam- ro
• Qof-kaf.

BAB XI
WAQOF DAN PEMBAGIANNYA

PeNGERTIAN WAQOF:
• Berhenti disuatu kata ketika membaca all qur’an baik ditengah ayat maupun di akhir ayat
• Membaguskan membaca dan mengetahui tempat-tempat pemberhentian ayat yang tepat.
• Berhenti dengan disertai nafas. Jika tidak disertai nafas bukan waqof tapi saktah.

Tanda-tanda waqof tidak dihukumi wajib atau haram syar’i. kecuali dilakukan dengan sengaja untuk mengaburkan makna.

Pembagian waqof:
1. Waqof ikhtibari: yaitu berhenti pada ayat yang belum sempurna (untuk mengajjar muridnya) adalah dibolehkan.
2. waqof inthizari: berhenti pada ayat yang belum sempurna,, dilakukan dalam rangka belajar mengajar Al Qur’an, hukumnya boleh.
3. waqof idhtirari: berhenti pada ayat yang belum sempurna dalam keadaaan darurat,, terpaka, tidak sengaja. Hukumnya boleh.
4. waqof ikhtiyari: berhenti pada pilihan sendiri dan dilakukan oleh orang yang memahami kajian bahasa arab. Berhenti pada tempat-tempat sbb:
• waqof tam: yang sudah semprna artinya, tidak ada hubungan dengan ayat selanjutnya.
• Waqof kaafii; waqof pada ayat yang sempurna namun masih ada hubungan dengan ayat selanjutnya.
• Waqof hasan: berhenti pada ayat yang sempurna namun arti dan lafadz masih berhubungan
• Waqof qobiih: berhenti pada ayat yang belum sempurna artinya, karena ada keterkatan dengan kata berkutnya (bisa merusak/ arti yang kurang bagus). Waqof in tercela hukumnya jika disengaja.

Tanda-tanda waqof:
1. waqof lajim (dengan huruf mim): harus berhenti
2. waqof mamnu’ (dengan huruf lam alif): dilarang berhenti
3. waqof jaiz ma’a kaunil wash li au la (seperti shod): boleh berhenti tapi lebih utama lanjut.
4. waqof jaiz limustawat thorofaini (seperti huruf jim): boleh berhenti, atau boleh juga lanjut.
5. waqof jaiz ma’a kauni wakfil aula (seperti huruf qof):lebih utama berhenti
6. waqof mu’a naqoh (titik tiga di dua tempat): boleh berhenti disalah satunya, tetapi jangan di kedua tempat berhenti, terus juga boleh.

Istilah lain tanda waqof:
• mutlak: boleh berhenti dan boleh terus, namun lebih baik berhenti (tandanya huruf Tho)
• wakful musahabu: anjuran untuk berhenti (tandanya qof dan fa di gandeng)
• wakful mujawwaz: boleh berhenti namun meneruskan bacaan lebih utama (tadanya huruf zai)
• w. murokhos: boleh berhenti boleh lanjut, terus lebih utama. (huruf shod)
• W. qiila ‘alaihi wakfu: boleh berhenti, namun lanjut lebih utama (huruf qof)
• Wakfu jibril/ wakfu munajjal: menunjukan ditempat wakof itulah jibril berhenti menyampaikan wahyu. (seperti huruf sin tidak ada buntutnya)

BAB XIII
ISTILAH-ISTILAH DALAM AL QURAN

1. AYAT SAJDAH
QS 7:206, 13:15, 16:50, 17:109, 19:58, 22:18, 22:77,25:60, 27:26, 32:15, 38:24, 41:37,53:62, 84:21, 96:19, biasanya ada tanda mimbar, maka disunahkan sujud tilawah dengan membaca “subhana robiyal ‘adhim”. Baik didalam sholat mengikuti imam) maupun diluar sholat jika memungkinkan sujud dan menghadap kiblat.

2. SAKTAH
Yaitu berhenti sejenak tanpa mengambil nafas, QS 17:1-2, 36:52, al qiyamah: 27, Al muthofifin: 14

3. ISYMAM
Memonyongkan bibir pada lafad la ta’manna yang asalnya la ta’ manun na, pada QS 12: 11

4. IMALAH
Memiringkan bacaan pada ayat : Bismillahi majreha, asalnya bismilahi majroha. QS 11:41

5. TASHIL
Membaca Hamzah kedua dengan suara ringan atau samar: tulisannya: A, A, Jamiyyu. Maka dibaca AHA, jamiyyu atau aaa’jamiyyu.

6. NAQL
Memindahkan harokat hamjah: QS all hujurot 49: 11
Tulisannya: bi’sal ismu maka dibaca bi’salismu

7. NUUNUL WOQOYAH
Nun yang harus dibaca kasroh ketika ada tanwin bertemu dengan ahmzah washol/ nyambung agar tanwin terjaga.

8. ASH SHOFRUL MUSTADIR
Bulatan diatas huruf alif wawu dan ya yang menunjukan bahwa huruf itu tidak difungsikan ketika wasol/ nyambung, maupun ketika waqof
Tulisannya: anaa dibaca pendek ana

9. ASH SHIFRUL MUSTATHILUL QO,IM
Bulatan lonjong tegak diatas alif, jika wasol/nyambunng ditak difungsikan jika berhenti berfungsi sebagai tanda panjang.
Tulisannya: qoriroo wa… dibaca nyambung / wasol : qorirow…..
Tulisannya qoriro wa…jika berhenti maka dibaca qoriroo (alif difungsikan sebagai tanda panjang)

BAB IV
HAMZAH QHOTTO DAN HAMZAH WASHOL

(MAAF BELUM MENGUASAI)

BAB XV
SUKSES MENGIKUTI PROGRAM TAHSIN

1. Iklas karena Allah
2. berdoa yang banyak kepada Allah
3. tsabat/ teguh tidak mudah putus asa
4. cintai semua teman-teman halaqoh
5. berusaha mengikut petunjuk tahsin dengan sebaik-baiknya
6. aktifkan lidah sebanyak-banyaknya
7. aktifkan pendengaran
8. fokuskan diri dalam membenahi tilawah
9. usahakan untuk mengajarkan kepada orang lain
10. manfaatkan momentum ujian utnuk mengevaluasi diri.

BAB XVI
INDIKASI TAHSIN TILAWAH YANG SUKSES

Memiliki moto: Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari dan mengajarkan al qur’an HR Bukhari

Kebaikan darii segi Indikasi imani:
• tumbuhnya rasa cinta yang mendalam dan selalu meningkat, untuk senantiasa membaca al qur’an, merasa rugi jika sehari saja tidak membaca Al Quran, QS 2:121
• al qur’an yang sudah dipelajari memjadi motivasi untuk memperbanyak amal shaleh, dan akhlak yang mulia. QS 33: 35
• ayat yang diulang-ulang semakin menjadi penambah keimanan terhada hari akhirat, rindu dengan surga QS 47:24
• ketika al qur’an ini mendorong kita dengan kuat melakaukan amal shaleh,, pahala yang besar, bermanfaat luas dan abadi QS 35:32, 39:9, 3:110

“Orang yang mahir membaca al qur’an akan bersama malaikat yang mulia dan taat…… “HR Muslm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: