wayjeparanegriku

Just another WordPress.com site

fikh bab mandi

BAB MANDI

A. PERKARA- YANG MEWAJIBKAN MANDI


• Keluar mani disertai syahwat baik baik pada waktu tidur maupun bangun. Hadis: air mani itu mewajibkan mandi.(HR. Muslim)
• Bila seseorang bermimpi bersenggama, walau tidak menemukan air mani
• Bila seseorang itu bangung tidur dan menemukan basah tetapi ia tidak ingat lagi bermimpi atau tidak.
• Bila menemukan bekas mani pada kainnya, padahal ia sudah shalat, maka ia wajib mandi dan mengulang shalatnya.
• Bertemunya dua khitan
• Haid- nifas jika sudah berhenti
• Seseorang yang mati (menemui ajajlnya maka wajib dimandikan)
• Orang yang masuk Islam

B. HAL-HAL YANG TERLARANG BAGI ORANG JUNUB
• Mengerjakan shalat
• Menyentuh mushaf (namun ada dua pendapat yang satu boleh menyentuh, yang lain tidak boleh menyentuh mushaf)
• Tawaf
• Membaca Al qur’an (ada dua pendapat)
• Menetap dimasjid QS 4:43

C. MANDI-MANDI YANG DISUNAHKAN
• Mandi Jum’at:”Mandi Jum’at wajib bagi setiap orang yang sudah bermimpi, menggosok gigi dan memakai wangi-wangian sekedar kemampuannya.”(Bukhari dan Muslim)
• Mandi pada dua hari raya
• Seseorang yang memandikan mayat:”Barang siapa yang memandikan mayat,, hendaklah ia mandi dan barang siapa yang menggotongnya maka ia hendaknya wudhu” (HR. Ahmad). Namun ada hadits lain:”Kami pernah memandikan mayat, maka diantara kami ada yang mandi, dan ada pula yang tidak mandi.(HR. Khatib)
• Mandi untuk ikhram:”Ia pernah melihat Rasulullah, membuka pakaiannya ketika ingin berihram, lalu beliau mandi.’ ( HR. Tirmidzi)
• Mandi ketika hendak ke kota mekah:”Ia tidak memasuki kota Mekah kecuali bermalam di Dzit Thuwa terlebih dahulu hingga waktu pagi. Setelah itu, barulah ia masuk ke kota Mekah pada siang harinya. Ia menyebutkan bahwa Nabi, pernah melakukan seperti itu” (HR. Bukhari dan Muslim)
• Ketika hendak wukuf dii Arofah.

D. RUKUN-RUKUN MANDI
• Berniat
• Membasuh seluruh anggota badan berdasarkan QS 5:6, 2:222, 4:43
• Menuang air keatas kepala sebanyak tiga kali sambil menyelang-nyelangi rambut agar air masuk membasahi urat-uratnya.
• Lalu mengalihkan air keseluruh badan dengan memulai sebelah kanan, lalu sebelah kiri, bagian dalam telinga, pusat, dan jari-jari kaki serta mnggosok anggota tubuh yang dapat digosok.

E. CARA MANDI BAGI SEORANG WANITA
• Sama seperti cara pria diatas, hanya wanita harus menguraikan ikatan rambutnya. Jika tidak pastikan air masuk kedalam urat mesri tidak dilepas ikatan rambutnya.

F. SUNNAH-SUNNAH MAND
• Mulai dengan mencuci kedua tangan
• Membasuh kemaluan
• Berwudu
• Menuangkan air keatas kepala
• Mengalirkan air ke seluruh badan

G. BEBERAPA MASALAH BERKAITAN DENGAN MANDI
• Mandi boleh satu kali saja dengan niat untuk haid atau junub, mandi juamat, atau mandi hari raya.
• Jika mandi junub sebelum wudhu, maka mandi itu berarti wudhu. :”Rasulullah tidak berwudhu lagi setelah mandi”
• Orang junub atau haid dibolehkan menggunting rambut.
• Jika kamu menduga bahwa setiap orang yang ada dikamar mandi itu memakai kain, maka masuklah. (HR. Ahmad).
• Boleh mengeringkan badan, atau anggota wudhu dengan anduk.
• Seorang lelaki boleh mandi dengan sisa air yang sudah dipakai seorang wanita untuk mandi begitu sebaliknya.
• Tidak boleh mandi dalam keadaan telanjang didepan umum, karena membuka aurat itu haram.

TAYAMUM
A. ARTINYA
• Menurut bahasa berarti bersengaja atau bertujuan
• Menurut syar’I adalah bertujuan sengaja menyapu tanah kebagian muka dan kedua tangan, dengan maksud agar bisa shalat dan yang lainya.

B. DALILNYA
• QS 4:43 :”Jika kamu sakit atau dalam keadaan musafir atau kembali dari tetmpat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik/ suci. sapula mukamu, kedua tanganmu……
• Hadits:”Rasulullah bersabda,’Allah menjadikan seluruh isi bumi untukku dan untuk umatku sebagai masjid dan alat bersuci. Oleh sebab itu, jika shalat telah memanggil salah seorang daripada umatku, maka disisinya itu terdapat alat untuk bersuci.

C. TAYAMUM MERUPAKAN KEISTIMEWAAN UMAT NABI MUHAMMAD
• Hadits:”RAsulullah bersabda,’Allah memberiku lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada satu umat pun sebelumku, aku diberikan kemenangan melawan musuh dengan perasaan takut yang tertanam dalam jiwa mereka sejauh perjalanan satu bulan perjalanan. Bumi dijadikan sebagai masjid dan alat bersuci untukku, maka barang siapa diantara umatku yang menjumpai bahwa waktu shalat telah tiba, hendaklah ia melakukannya (tayamum).harta ganimah (rampasan perang) yang dihalalkan, aku diberi syafaat, nabi-nabi sebelumku hanya diutus untuk umatnya, sedang aku diutus untuk umat seluruh alam.” HR. Bukhari Muslim)

D. SEBAB-SEBAB DI SYARIATKANNYA TAYAMUM (asbabul wurud)
• Hadits dari Aisyah:”Kami pergi bersama Nabi, dalam suatu perjalanan. Ketika kami tiba di Baida, rantaiku terputus. Nabi pun berhenti untuk mencarinya. Begitu pula para sahabat berhenti untuk mencari kalung tersesbut. Kebetulan tempat tersebut tidak berair dan tidak punya perbekalan air. Para sahabaat datang menjumpai Abu Bakar ra.kama mereka,’tidakkah engkau mengetahui apa yang telah diperbuat oleh Aisyah? Maka datanglah Abu Bakar, sedangkan nabi sedang tidur dipahaku. Lalu Abu baker mencelaku, sesuka hatinya, bahkan menusuk pinggangku dengan tangannya. Aku menahan diri agar tidak sampai Nabi bangun dari pahaku. Demikianlah, nabi tidur sampai pagi tanpa air. Kemudian Allah menurunkan ayat tayamum, yakni,’bertayamumlah kamu. Usain bin Umar mengatakan,’Bukankan ini merupakan keberkahan yang sangat banyak buat kalian, wahai keluarga abu Bakar? Aisyah mengatakan,’Kemudian para sahabat menghalau unta yang ku kendarai. Tidak lama kemudian kami menemukan rantai (kalung) dibawahnya. (HR. Jama’ah kecuali Tirmidzi).

E. SEBAB-SEBAB MEMBOLEHKANNYA

• Jika seorang tidak menemukan air
• Jika seseorang mempunyai luka atau ditimpa sakit, dan khawatir bertambah lama sembuhnya.
• Jika air sangat dingin disertai menimbulkan bahaya.
• Jika air berada di sisi seseorang, tetapi khawatir akan keselamatan dirinya, kehormatannya dan hartanya.
• Airnya sedikit untuk keperluan minum, meski hanya sekedar untuk hewan/ anjing.
• Jika seseorang punya air sedikit dan takut akan habis jika dipakainya untuk berwudu.

F. TANAH YANG DIGUNAKAN TAYAMUM
• QS An Nisa:43:”…Dan bertayamumlah kamu dengan sha’in yang baik (suci). para ulama mengatakan sha’id adalah permukaan bumi, baik berupa tanah atau pun yang lainnya.

G. TATA CARA TAYAMUM
• Hadits Ammar:”Aku junub dan tidak mendapatkan air, maka akupun bergelimangan dengan tanah (berguling-guling ditanah), lalu shalat. Kemudian aku menceritakan hal itu kepada nabi, maka sabdanya”Cukup engkau yang melakukan seperti ini . beliau meletakkan kedua telapak tangannya ketanah, lalu meniup kedua belah tangannya yang dipenuhi dengan debu, lalu menyapu kebagian muka dan kedua telapak tangannya.”

H. HAL-HAL YANG DIBOLEHKAN BERTAYAMUM
• Tayamun adalah pengganti wudhu dan mandi, orang yang bertayamun boleh melakukan apa saja yang dibolehkan wudhu dan mandi. Seperti shalat dan membaca al Quran.
• Orang yang bertayamun sebelum masuk waktu shalat dibolehkan.
• Seorang bertayamun sekali, bisa digunakan shalat sebanyak-banyaknya.

I. PERKARA-PERKARA YANG MEMBATALKANNYA
• Apa yang membatalkan wudhu, menjadi pembatal tayamum.
• Jika seseorang melakukan shalat dengan tayamum, kemudian menemukan air, maka ia tidak wajib mengulang shalatnya meskipun waktu masih ada.

BAB MENYAPU PEMBALUT (LUKA)

A. ANJURAN MENYAPU PEMBALUT
• Dianjurkan jika anggota badan sakit, hadis bahwa seseorang kealanya tertimpa batu, kemudian bertanya kepada para sahabat, apakah ada keringanan, kata sahabat2 tidak ada keringanan. Maka orang itupun mandi dan kebetulan meninggal dunia. Maka sahabat2 mengadukan pada Nabi, jawab nabi, kalian telah membunuhnya, mengapa tidak bertanya kepadaku? Sebenarnya baginya boleh bertayamum saja.

B. HUKUM MENYAPU PEMMBALUT
• Hukumnya wajib, baik ketika wudhu maupun mandi, sebagai pengganti dari membasuh anggota yang sakit.

C. BILAKAH DWAJIBKAN MENYAPU?
• Orang yang luka/ patah tangannya wajib wudhu atau mandi (artinya wajib disapu).
• Jika takut akan bahaya jika disapu langsung di atas lukanya, maka diharuskan mengikat (membalut dengan kain anggota badan yang luka tadi) kemudian menyapu diatasnya.

D. YANG MEMBATALKANNYA
• Jika pembalut telah dicabut dari lukanya, atau jika jatuh dari tempat luka, atau sembuh lukanya. Maka menyapu diatas pembalut sudah tidak boleh lagi.

E. SHALAT SESEORANG YANG TIDAK MENEMUKAN AIR DAN TANAH
• Jika seseorang tidak menemukan air dan debu/ tanah, maka tetap wajib shalat dan tidak perlu mengulanginya jika menemukan air, berdasarkan hadits dari Aisyah:”Ia pernah meminjam kalung kepada Asma’ dan kebetulan hilang. Rasulullah pun mengirim beberapa orang sahabatnya untuk mencari. Akhirnya waktu shalatpun tiba hingga mereka melakukan shalat tanpa berwudhu. Tatkala kembali kepada nabi, mereka mengadu hal itu kepadanya. Pada saat itu, turunlah ayat tayamum. Usaid bin Hudhair kepada Aisyah,’Semoga Allah membalas kebaikanmu! Demi Allah, tidak satu kesulitan pun yang menimpa dirimu. Semoga Allah memberikan jalan keluar kepadamu dan memberikan pula keberkahan-Nya untuk kaum muslimin!

BAB HAID

A. DEVINISI
• Yaitu menurut bahasa mengalir
• Menurut istilah darah yang keluar dari kemaluan wanita dalam keadaan sehat, bukan disebabkan kerena melahirkan atau luka.

B. WAKTUNYA
• Mulai dari usia sembilan tahun. Jika ada wanita yang keluar darah sebelum 9 tahun, bukan darah haid t etapi penyakit. Jika perempuan tua melihat darah yang keluar, maka itu darah haid.

C. WARNANYA
• Hitam, berdasarkan hadits Fatimah:” Ia sering mengeluarkan darah penyakit (istihadah), maka nabi bersabda kepadanya, Warna darah haid adalah hitam, jika terdapat darah yang seperti itu, maka berhentilah shalat. Jika tidak berwudulah karena ia darah penyakit. (HR. Abu Dawud, Nasa’I, Ibnu Hiban,Daruqutni).
• Merah, karena ia merupakan warna asli dari darah
• Kuning, yakni tampak oleh wanita seperti nanah dengan warna kuning diatasnya.
• Keruh, yaitu pertengahan antara warna putih dengan hitam, seperti air yang kotor. Hadist:”Kaum wanita mengirimkan kapas dirjah (kapas yang ada darah haidny) berisikan sesuatu yang berwarna kuning. Aisyah pun berkata,”Jangan tergesa-gesa hingga kalian melihat kapas itu putih.” HR malik, Ibnu Hasan.

D. JANGKA MASA HAID
• Jangka waktu tidak ada kepastian dengan jelas. Tetapi ia boleh menstandarkan waktu seperti biasanya berdasarkan hadits dari Umu Salamah:”Ia meminta fatwa kepada Rasulullah, mengenai seorang waniita yang selalu mengeluarkan darah. Nabi bersabda,’Hendaklah ia memperhatikan bilangan malam dan siang pada tiap bulannya. Setelah mengetahui waktu haid dan kadarnya, hendaklah ia menghentikan shalat pada wantu2 tersebut. setelah waktu2 itu berakhir, hendaklah ia menyumbat kemaluannya dengan kain, lalu kerjakan shalat. (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa’I, dan Ibnu Majah)

E. JANGKA WAKTU SUCI ANTARA DUA HAID
• Para ulama sepakat bahwa tidak ada waktu suci yang maksimal antara dua waktu haid. tetapi para ulama berbeda pendapat mengenai waktu minimalnya. Ada yang menegaskan sebanyak 15 hari, ada yang mengatakan 13 hari, namun tidak ada dalil yang menetapkan jumlah maksiman dan jumlah minimalnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: