wayjeparanegriku

Just another WordPress.com site

Materi Agama Islam kelas x

BAB 16
PERKEMBANGAN ISLAM PADA DINASTI ABBASIYAH

A. SEKILAS TENTANG DINASTI ABBASIYAH
– Dinasti Abbasiyah berdiri thn. 132/70 M. kelanjutan dari Dinasti Umayah yang terakhir dipimpin oleh Marwan II (meninggal thn 132/750 M.
– Dikatakan dinasti Abbasiyah karena merupakan keturunan dari Abbas bin Abdul Munthalib, paman Nabi Muhammad.
– Pendir khalifah pertama adalah Abu Abbas asy syaffah 132-136 H/ 750-753 M.
– Kekuasaan dinasti Abbasiyah: 132/750-656/1258 M.
– Terdiri dari 30 orang khalifah, sejak masa awal hingga akhir kekuasaan Bani Abbbasiyah.
– Khalifah terakhir:Al Mu’tasim Billah 640/1242-656/1258 M.
– Walayah kekuasaan Abbasiyah: Hijaz, Yaman, Oman, Kuwait, Tunisia, Iraq, Iran (Persia), Yordania, Palestina, Libanon, Mesir, Tunisia, Aljazair, Maroko, Spanyol, Afganistan, Turki,Armenia, Laut Kaspia (sekarang Rusia), Bagian Barat India Asia Tengah, perbatasan Cina sebelah barat.
– Khalifah terkenal: Harun Al Rasyid (170-193 H/ 786-809 M) dan Putranya Al Ma’mun (813-833 M).

B. PERKEMBANGAN AJARAN ISLAM
• Dinasti Abbasiyah lebih menekankan kepada ilmu pengethuan, peradaban, kebuadayaan Islam.
• Dinasti Umayah lebih menekankan perluasan wilayah.
• Ilmu pengetahuan Islam :
1. Tafsir yaitu penjelasan tentang makna kandungan ayat-ayat al qur’an. Ulama yang hidup pada masa dinasti Abbasiyah: Jarir At Thabari, Abu athiyah, Abu Muslim.
2. Ilmu Hadits yaitu mempelajari tentang Hadits. Ulama: Imam Bukhari, Muslim, Ibnuu Majah,Abu Dawud, At Tirmizi.
3. Ilmu Kalam yaitu membahas tentang kepercayaan / Aqidah Islam. Atau disebut pula ilmu tauhid, ilmu ushuludin, ilmu akaid, . pelopor ilmu kalam: Abu Hasan al As’ari, Abu Hamid Al Ghazali
4. Ilmu tashawuf yaitu mengajarkan cara-cara mensucikan diri, meningkatkan akhlaq, mencapai kebahagiaan abadi (Al Ghozali, al Hallaj)
5. Ilmu fiqh yaitu ilmu yang mempelajari hukum Islam. (ulama fiqh: Imam Abu Hanifah, Mllik bin Anas, Imam Syafi’i, Imam Ahmad.

C. PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN
1. Filsafat: ilmu yang mempelajari penyeledikian dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, dan hukumnya. (filsafat alam, ketuhanan, filsafat Islamaa; ketentuan2 berdasarkan alqur’an haditas). Ulamanya: Ibnu Sina, Ghazali, Al Khindi, Al Farabi, Ibnu Rusyd.
2. Kedokteran, dokter muslim terkenal: Hunain Ibnu Ishak (804-874) ahli mata. Abu Bakar M. Ibnu Zakaria ar Razi 809-873 M. Ibnu Sina 980-1036 dokter di Istana Amir NUH IBNU MANSUR DI BUKHARA. Karyanya Al Qanun fi At thib, insikopedia kedokteran. Dikenal dg nama Avicenna.
3. Farmasi dan kimia:yaitu pengetahuan tentang pembuatan obat-obatan). Kimia berarti ilmu yang membahas penguraian zat-zat. Tokoh2nya: Ibnu bahktiar, Rasyidudin bin Suwari, Jubair bin Harijah. Jasa-jasa dibidang penemuan yaitu alcohol, alkali, elembir, elixir, serbuk mesiu sbg bahan peledak, pembuatan kertas.
4. Astronomi yaitu ilmu yang mempelajari perjalanan matahari, bulan dan bintang. Tokoh2nya: Abu Mansur, Al Falaki, Jabir Al Batani (teropong bintang, Rayhan al Bairuni.
5. Matematika, tokohnya: al Khawarizmi (al jabar, penemu angka nol), Umar Khayam (pengarang buku al jabar.
6. Sejarah, tokoh2nya: Al Waqidi, Ibnu Jarir, Mas Kawaihi, Ibnu Hayan, Ibnu Ishaq Yasar (pengarang buku kepemimpinan Nabi Muhammad saw)
7. Geografi yaitu ilmu yang mempelajari ……………………………tujuan umat islam senang bepergian dari Negara satu ke negera lain yaitu untuk berdagang dan pengembangan pengetahuan. Pada dinasti Abbasiyah telah mampu menemukan peta dunia. Tokoh2nya: Ibnul Haik, al Muqaddasi, syarif Idrsi, Yaqut al Hamawi.

D. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN
Perkembangan kebudayaan pada masa dinasti Abbasiah lebih maju dari dinasti umayah, sebab2 nya:
1. Factor internal, perintah dari ajaran islam, hari ini lebih maju dari hari kemarin,
2. Factor eksternal, adanya kestabilan ekonommi, politik, partisipasi umara/ khlaifah, akulturasi kebudayaan arab, India, Persia, hindu dan yunani.
Kemajuan2 kebudayaan pada dinasti Abbasiyah:
1. Seni Bangunan/ arsitektur: pembangunan kota2 baru seperti di Bagdad, Samara yang sebelumnya Bagdad, Qatai’u di Mesir, Qahirah/ Cairio dibangun oleh dinasti Fatimiyah, masjid jami’ al-Azhar.
2. Seni Rupa, mengalami kemajuan dibidang seni pahat, seni ukir, seni sulam dan seni lukis. Seni ukir pd mesjid, gedung-gedung, taman dan tempat rekreasi, perhiasan dan perabotan rumah tangga. Seni sulam dipakai pada kerajinan tangan/ industri rumah tangga (permadani, sajadah). Seni lukis mengalami kemajuan ditandai lahirnya seorang pelukis terkenal bernama Abdul Karim Mansur (Firdausi) menerbitkan buku bergambar para raja dan pahlawan nasional sehingga bersifat epik nasional.
3. Seni suara, seni musik, seni tari: pada masa Abbasiyah mengalami kemajuan, dg didirikannya sekolah musik, pabri2 produksi alat musik.
4. Seni bahasa: kemajuan seni bahasa ditandai dengan lahirnya para penyair terkenal, banyak novel asli, terjemahan, seni drama dan cerita panggung.

BAB 15
HASUD, RIYA DAN ANIAYA

A HASUD

– Hasud ialah sikap tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain dan berusaha untuk menghilangkan atau mencelakakan/ menghilangkannya.Qs: 4: 54.
– Berbeda dengan iri hati, yaitu merasa ingin menguasai sesuatu yang dimiliki orang lain karena dirinya belum memiliki dan tidak mau ketinggalan. Qs 4:32
– Hadits Rasul saw:” janganlah kamu saling mendengki, saling memutuskan hubungan, saling benci membenci, dan saling belakang membbelakangi yang tetapi jadilah kamu hamba Allah swt. Yang bersaudara, sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu (HR Bukhari Muslim).
– Kerugian /bahaya yang ditimbulkan oleh sifat hasud:
1. Dapat merusak iman, hadits rasul:”dengki, hasud itu merusak iman sebagaimana jadam merusak madu.
2. Dapat memutuskan persaudaraan, menghapuskan segala kebaikan yang dilaksanakan:”Jauhkanlah dirimu diri hasud karena sesungguhnya hasud itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar (HR Abu Dawud)
3. Dapat menimbulkan kerugian atau bencana . Qs Al Falaq. 1,2,5
4. Dapat merusak mental/ hati pendengki itu sendiri.

B. RIYA
Riya adalah memperlihatkan/ pamer, seesuatu ibadah dan amal soleh kepada orang lain. Bukan karena Allah tetapi karena sesuatu selain Allah. (ingin memperoleh kemashuran dan keuntungan dunia). Hadits:” sesuatu yang sangat aku takutkan yang akan menimpa kamu adalah syirik kecil, nai saw. Ditanya tentang apa yang dimaksud dengan syirik kedil itu maka beliau menjawab yaitu riya. (HR. Ahmad).
Macam-macam riya:
1. percaya pada ajaran islam, padahal hatinya tidak.
2. seseorang melakukan shalat berjamaah di mesjid dengan maksud bukan ingin memperoleh keridoan Allah.
3. seseorang bekerja dengan giat agar terlihat oleh atasan agar dinaikan gaji atau pangkatnya.
Kerugian atau bahaya riya:
1. sebenarnya orang yang riya adalah munafiq, bahayanya biasa korupsi.
2. orang yang beribadah bukan karena niat ikhlas karena allah, maka diakhirat ia akan dicampakkan dedalam neraka.

C. ANIAYA
Perkataan aniaya berasal dari bahasa Sangsekerta yang berarti perbuatan bengis, penyiksaan atau zalim, zalim artinya: tidak menempatkan sesuatu dengan semestinya atau sesuai dengan ketentuan Allah Swt. Atau bisa diartikan tindakan yang tidak manusiawi, yang bertentangan dengan hak azasi manusia dan Allah swt.
Macam-2 Sifat aniaya:
1. aniaya kepada Allah swt, dg tidak mau melaksanakan perintah Allah yang wajib, dan meninggalkan larangan Allah yang haram. Qs Al Baqoroh:35,36.
2. aniaya terhadap sesama manusia seperti ghibah, (mengumpat), namimah (mengadu domba, fitnah, mencuri, merampok, melakukan penyiksaan, dan melakukan pembunuhan qs Al Hujurat 49:11.
3. aniaya terhadap binatang seperti menelantarkan piaraan, menjadikan sasaran menembak.
4. aniaya terhadap diri sendiri: minum2an keras, malas, menyiksa diri sendiri, bunuh diri.
Keburukan2 aniaya bagi pelakunya:
1. dibenci masyarakat.
2. tidak tenang, dibayangi rasa takut.
3. mencemarkan nama baik diri dan keluarganya.
4. dijatuhi hukuman apabila perbuatannya diketahui.
5. jika tidak bertaubat dg sungguh maka akan dicampakkan kedalam neraka.
Keburukan2 bagi orang lain:
– orang yang dianiaya akan bencana, seperti kehilangan harta benda, sakit, jijwa.
– 2. bila penganiayaan terjadi dimana2 maka masyarakat tidak mengalami ketentraman, dan kedamaian.
– 3. seangat dan gairah kerja masyarakat akan menurun, karena dibayangi rasa takut.
– jika dalam suatu negri jumlah orang-orang jalimnya mayoritas, dan tidak bertaubat, tidak mustahil Allah swt akan menimpakan azab. QS Yunus 10:3

BAB 14
TATA KRAMA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

A. TATA KRAMA BERPAKAIAN DAN BERHIAS
Fungsi berpakaian menurut al Qur’an qs al ‘a araf 7:26 adalah untuk menutupi aurat dan untuk memperindah jasmani manusia.
Aurat adalah bagian tubuh manusia yang tidak boleh dibuka dan dilihat orang lain. Aurat laki2 dewasa adalah antara pusat dan lutut, aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
Pakaian yang paling Islami adalah pakaian yang dapat menutup aurat baik laki2 atau perempuan. QS Al Ahzab 33:59.
Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah swt menyuruh wanita-wanita beriman agar berpakaian, dengan menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan,manfaatnya yaitu untuk menunjukan identitas ke-Islamannya dan agar terhindar dari gangguan yang tidak diinginkan.
Mengapa orang2 beriman diperintahkan untuk memperturutkan hawa nafsunya.
Menurut Abu Hurairah, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: bahwa manusia tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mencium baunya yaitu yang berpakaian tetapi telanjang, karena pakaiannya yang tipis tembus pandang, minim, ketat hingga merangsang kaum pria. Pakaian yang indah juga diperintahkan dalam sebuah hadits:
Hadits Rasul:” Hai anak adam, apkailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki mesjid”.
Hadits2 nabi yang menjelaskan tata krama berhias:
1. anjuran untuk memotong kuku, memendekan kumis, menyisir rambut, dan merapikan jenggot.
2. anjuran untuk berharum2man dengan wewangian yang menyenangkkan hati melegakan dada, menyegarkan jiwa, serta membangkitkan tenaga dan gairah kerja.
3. larangan mencukur botak sebagian kepadan dan menyisakan sebagian lain tumbuh.
4. larangan berhias diri dengan mengubah apa yang telah diciptakan Allah swt misalnya mengeriting rambut, memakai cemara/ menyambung rambut, mencukur alis mata, membuat tahi lalat palsu dan larangan bertato’
5. laki-laki dilarang berhias diri, hingga menyerupai perempuan, begitu pula sebaliknya.

B. TATA KRAMA BERTAMU
1. Bertamu
Bertamu adalah berkunjung ke tempat kediaman orang lain, biasanya ada sesuatu keperluan. Bertamu dg niat ikhlas karena Allah swt disebut silaturahmi, yang sangat dianjurkan Allah seperti dalam hadits:”Dari Abu Hurairah ra. Bahwa dia berkata:’Saya mendengar Rasulullah bersabda: Barangsiapa ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia melakukan silaturahmi (HR Bukhari Muslim); dalam riwayat Tirmizi dengan kalimat: Sungguh silaturahmi itu menimbulkan cinta kasih dikalangan famili, merupakan sumber kekayaan dan menyebabkan umur panjang.
Menurut ajaran Islam orang yang bertamu itu harus memperhatikan dan melaksanakan tata karma, sesuai petunjuk Allah swt:
a. mempunyai maksud baik yang diridhai Allah swt
b. menggunakan pakaian yang dapat menutup aurat, sopan berpenampilan Islami.
c. Memperhatikan keadaan orang yang ditamui, usahakan bertamu dalam keadaan tuan rumah lenggang waktunya.
d. Bertutur kata sopan, jika sisuguhi makanan maka hendaknya dimakan, jangan mencela makanan. Hadits rasul” Rasulullah saw tidak pernah mencela makanan. Jika ia suka, dimakannya dan jika tidak, maka ditinggalkan. (al Hadits).
e. Jika menginap, usahakan jangan lebih dari tiga hari, karena dapat mengganggu dan menyulitkan. Hadits:” Bertamu itu selama tiga hari” Al Hadits.
Hadits lain” tidak halal bagi seorang muslim dirumah saudaranya (bertamu) yang menyebabkan ia (tuan rumah) berdosa. Sahabat bertanya: bagaimana menyebabkan ia berdosa? Nabi menjawaba’ tinggal dirumahnya padahal engkau mengetahui bahwa ia tidak memiliki apa-apa untuk dihidangkannya kepadamu”. HR Muslim.
2. Menerima tamu
Tuan rumah yang menrima tamu hendaknya menjaga keselamatan tamunya , menjaga agar tamuanya merasa senang, tuan rumah hendaknya menghormatinya. Hadits” barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat hendaklah menghormati tmunya (HR Bukhari Musllim)
Cara-caramenghormatitamu:
– tuan rumah berpakaian sopan dan menutup aurat.
– menerima tamu dengan wajah berseri, perilaku yang baik, berkata yang soopan. Menghormati tamu yang tua, menghargai tamu yng muda: hadits”bukan golongan kita, orang yang tidak menyayangi kaum muda, kita dan dan tidak menghrmati kaum tua kita
– tamu hendaknya dijamu, paling tidak disuguhi minuaman dan makanan ringan.
– Jika menginap, persiapkan kamar tidur, persiapkan keperluan kamar mandi, shalatnya jamuan makan sesuai kemampuan.
– Menerima tamu lebih dari tiga hari adalah sedekah
– Setiap kebaikan itu sedekah. Hadits”melayani tamu suatu kehausan selama tiga hari. Adapun selebihnya termasuk sedekah, tiap-tiap kebaikan(sikap-perilaku baik) itu sedekah”.

BAB 13
WAKAF

A. KETENTUAN WAKAF
Hadits: Bila seorang itu meninggal dunia, maka putuskanlah amal nya kecuali tiga perkara yaitu sodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat, anak yang saleh yang mendoakannya. (HR Jamaah, kecuali bukhari dan Ibnu majah)
Wakaf adalah menyerahkan suatu enda yang kekal zatnya untuk diambil manfaatnya, baik oleh umum maupun oleh perorangan. Wakaf banyak dilakukan para sahabat, seperti diperintahkan Allah swt dalam qs Al Hajj:77

            
77. Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

            •    
92. Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Rukun wakaf :
Wakif (yang berwakaf) atas kehendak sendiri bukan dipaksan.
Mauquf: barang yang dwakafkan. Tidak sah wakaf kepada hamba sahaya, dan kepada anak yang masih dalah mandungan ibunya. Berwakaf kepada halayak umum/ kepentingan umum lebih utama.
Lafal: contoh:”Saya wakafkan tanah milik saya seluas 200 meter persegi ini, agar dibangun masjid diatasnya. Ada Kabul (penerimaan bagi yang menerima), kalau kepada umum tidak disyaratkan. Lafal wakat ditak boleh ditalikan (pakai syarat) karena wakaf hanya memindahkan hak milik untuk selamanya.

B. HARTA YANG DIWAKAFKAN
Wakaf dalam islam diriwayatkan dalam hadits Buhkari Muslim, bahwa Umar Ra. Memperoleh sebidang tanah di Khaibar Umar bertanya kepada Rosulullah,”Apakah perintahMu kepadaku mengenai tanah yang saya peroleh ini?”Rasulullah bersabda:”jika engkau suka, tahanlah tanah tudan engkau sedekahkan manfaatnya”.
Adapun harta yang diwakafkan saratnya adalah:
– kekal zatnya, walaupun manfaatnya diambil.
– Kepunyaan yang berwakaf dan hak miliknya dapat berpindah-pindah.
– Harta wakaf terlepas dari orang yang berewakaf.
– Harta wakaf tidak boleh dijual, diberikan, diwariskan.
– Boleh menjual harta wakaf yang manfaatnya berkurang, kemudian dibelikan barang baru dan diinfakkan kembali. (Mahzab Hambali)
– Umar pernah mengganti dan memindahkan mesjid Kufah dengan mesjid baru, bekas mesjid khufah dijadikan pasar, tentu lebih besar manfaatnya bagi masyarakat.
– Hendaknya menunjuk badan wakaf.
– Pemanfaatan wakaf hendaknya sesuai dengan keinginan yang berwakaf
.
C. PELAKSANAAN WAKAF DI INDONESIA
Mengacu pada Peraturan pemerintah No 28 tahun 1977, Peraturan Menteri Dalam Negeri No 6 tahun 19977, dan Peraturan Menteri Agama No 1 tahun 1978, maka mengatur masalah wakaf, dan wakaf diserahkan kepada Departemen agama dan Departemen dalam negeri.
Jenis wakaf yang diatur oleh depag adalah wakaf Khaeri yaitu wakaf yang manfaaatnya untuk masyarakat. Sedangkan wakaf ahli yaitu wakat yang tidak diatur pemerintah tetapi perorangan seperti wakaf mobil, tikar shalat, buku-buku.
Hal –hal yang harus diketahuai masyarakat:
– unsur dan syarat wakaf: ( wakif, orang yang mewakafkan harus dewasa, sehat akalnya, tidak terhalang hokum, benda yang diwakafkan, ikrar wakaf, nadzir / badan hokum/ yang diserahi).
– Nadzir perorangan adalah: (WNI, Islam,sehat rohani, tidak dibawan pengampuan/ perwalian, terletak di kecamatan tempat barangnya diwakafkan).
– Nadzir badan hokum:(berkedudukan di Indonesia, punya perwakilan di kecamatan tempat benda diwakafkan, tujuannya bdan hokum untuk amal, kepentingan umum).
– Nadzir perorangan/ badan hokum harus didaftarkan diKantor urusan agama kec. Setempat.
– Kewajiban nadzir: mengurusi mengawasimengamankan harta, surat dan hasil wakaf.
– Hak nadzir: menerima penghasilan tidak lebih dari 10%, dapat menggunakan fasilitas barang wakaf dalam menunaikan tugasnya yang ditetapkan depag.

Tata cara perwakafan tanah dan pendaftarannya:
– calon wakif: melengkapi surat-surat seperti (sertifikat tanah, surat keterangan lurah yang diperkuat oleh camat setempat.
– Ikrar, dan Kabul/ penerimaan.
– Wakif yang tidak mampu hadir karena sesuatu yang mendesak (sakit) dapat dg cara tertulis.
– Pejabat pembuat akte ikrar wakaf (PPAIW) membuat akta setelah ikrar dilaksanakan.dibuat rangkap 3, sallinannya rangkap 4,. Lembar yang asli pertama disimpan PPAIW. Lembar kedua di lampirkan ke permohonan pendaftaran ke bupati/ walli kota madaya setempat,lembar ketiga dikirim kepada departemen agama setempat.kemudian 4 lembar salinan dibagikan ke Nadzir,Wakif, kandepag,dan kepala desa.

D. KEUTAMAAN DAN MANFAAT WAKAF

Wakaf disebut sedekah jariah: pahalanya mengalir terus kepada yang berwakaf. hadits” apabila seorang anak adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak-anak saleh yang mendoakan kepadanya (HR Musllim).
Manfaat wakaf:
1. dapat menghilaangkan kebodohan
2. dapat menghilangkan/ mengurangi kemiskinan.
3. dapat mengilangkan/ mengurangi kesenjangan social.
4. dapat memajukan/ mensejahterakan umum.

BAB 12
HAJI DAN UMRAH

A. Pengertian Haji dan Umrah
1. Pengertian
– Haji: mendatangi ka’bah untuk menunaikan amalan2 tertentu, pada waktu tertentu 9,10 Julhijah
– Umrah: mendatangi ka’bah untuk menunaikn amalan: tawaf, sai’ dan bercukur(Tahalul).
– Keduanya memiliki kedudukan yang penting, hadits:dari Abdulah ra. Rasul bersabda” Islam itu dibina atas llima perkara, pengakuan/ syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah swt, dan Muhammad hamba-Nya Rasul-Nya, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke baitullah (ka’bah), puasa Ramadhan. HR Muslim
2. Dasar Hukum: QS 3:97, 2:196-197, 22:27-28,

   •          ••          •     
97. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim[215]; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah Dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah[216]. barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

[215] ialah: tempat nabi Ibrahim a.s. berdiri membangun Ka’bah.
[216] yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat jasmani dan perjalananpun aman.

Hadits lain tentang haji dan umrah, diriwayatkan oleh Abu Hurairoh:’Rasul berkhotbah kepada kami, beliau bersabda” Wahai manusia Allah telah memfardukan haji bagimu, maka laksanakanlah, kemudian seseorang bertanya’ apakah haji itu dikerjakan setiap tahun ya Rasulullah? Rasulullah kemudian diam, sampai-sampai lelaki itu mengulanginya tiga kali, kemudian Rasulullah bersabda, “Kalau saya katakan benar, pasti wajib tiap tahun, tetapi kalian tidak akan mampu.” HR Ahmad Bin Hanbal, Muslim dan Nasai.
Menurut ulalma fiqih, menunaikan haji adalah fardu ‘ain. Syarat2nya sbb:
– Islam, berakal sehat, baligh, merdeka, kuasa/mampu mengerjakannya., ada kendaraan, aman dalam perjalanan, untuk wainta disertai mahram.
– Mulai diwajibkannya: 9 Hijriyah.
– Jika anak mumayyiz (sebelum baligh) dan hamba sahaya mengerjakan haji maka ia wajib mengerjakan haji apabila ia dewasa dan apabila hama shy itu merdeka, anak mumayyid pahalanya untuk orang tuanya.
– Bila seseorang sakit parah, sudah tua, dan tidak mampu melaksanakan tapi punya biaya, maka wajib diganti/ badal oleh orang lain yang biayanya ditanggung oleh orang yang sakit tersebut. Hadits, Dari Ibnu Abas ia berkata, bahwasannya seorang wanita dari khabilah Kasts’am berkata kepada Rasulullah:”Ya Rasulullah ayah saya telah terkena kewajiban haji sedangkan ia sudah tua, tidak dapat mengendarai untanya. Apakan saya menghajikannya? Rasulullah menjawab”Ya peperangan mereka tidak bunuh membunuh tetapi hanya mengerjakan haji dan umrah. (H Ahmad dan Ibnu Majah).

A. Hikmah Haji dan Umrah
Bagi pribadi:
• memperoleh jiwa tauhid dan melahirkan perilaku yang betu-betul bertakwa.
• Tauhid: berkeyakinan tidak ada Tuhan selain Allah.
• Membentuk pribadi yang memiliki kasih sayang kepada anak2nya dan anak2 yang yang berbakti kepada kedua orang tuanya.(seperti kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail).orang tua saying terhadap anaknya, dan sebaliknya anak patuh dan hormat kepada orang tua, Hadits:”barang siapa menggembirakan hati kedua orang tuanya, berarti ia telah menggembirakan Allah dan barang siapa yang membuat kedua orang tuanya marah, berarti ia telah membuat Allah murka.” HR Bukhari.
• Mengucpkan talbiyah:” labaikkallahumma labaik, labaikkala syarikalaka labaik, innal hamda, wanikmata laka wal mulk, la syarikalak.
• Wukuf di Arafah, dan semua kegiatan ibadah haji menyebabkan pelakunya memperoleh ampunan dari Allah..
• Hadits nabi: diriwayatkan oleh Ibnu Mubarak dari Anas bin Malik menyebutkan, nabi bewukuf di Arafah, pada waktu matahari hampir tenggelam beliau bersabda:”Wahai Bilal suruhlah umat manusia mendengarkan aku!Maka Bilalpun berdiri dan berkata”Dengarkanlah, Rasul akan memberi fatwa.” Maka umat manusia pun mendengarkan. Wahai umat manusia baru saja Jibril as datang kepadaku, maka dia membacakan salam dari Tuhanku dan berkata:”Sungguh Allah Azza Wa Jalla mengampuni dosa orang –orang yang berwukuf di Arafah, dan orang –rang yang bermalalm di Muzdalifah, dan menjamin membebaskan mereka dari tuntutan balasan atas dosa-dosa mereka. Dan untuk orang-orang yang datang sesudah kita sampai hari kiamat kelak. HR Ibnu Al Mubarak.
• Melontar jumrah dapat mendorong muslim/muslimah agar setiap saat mampu membentengi diri dari tipu daya setan. Diwajibkan melontar 3 jumrah, diawali melontar Jumrah Aqabah pada hari raya haji dengan 7 buah kerikil, .Dilanjutkan dengan melempar 3 jumrah yaitu jumrah ula, jumrah wustha, dan jumrah aqabah pada hari-hari tasyrik gl 11,12,13,Julhijah. Jumlah batu kerikil yang di perlukan untuk melontar jumrah setiap harinya 21 buah. Jadi kalau 3 hari memerlukan batu 63 buah batu kerikil. Mengingat peristiwa Nabi Ibrahim digoda setan ketika mendapat perintah menyembelih nabi Ismail, meliau melontarkan kerikil , dan berhasil mengalahkan godan setan.
• Haji mabrur/ baik akan memperoleh balasan surga. Dikatakan mabrur apabila kualitas keislamannya meningkat kearah yang lebih baik.
• Pembiayaan yang dikeluarkan untuk menunaikan ibadah haji akan mendapat pahala yang berlipat ganda.
• Muslimah yang hajinya mabrur akan memperoleh pahala jihad yang paling utama.
• Orang yang menunaikan haji tentu akan dibanggakan oleh Allah dan malaikatnya.

Hikmah haji dan umrah bagi kehidupan keluarga.
Akan disiplin beribadah, bijaksana, beramal shalaeh, membiasakan diri dengan akhlak terppuji menjauhkan diri dari sikap perilaku tercela dan berusaha meningkatkan kualitas hidupnya kearah yang lebih baik. Keluarga seperti ini akan diridhai dan dirahmati Allah, disenangi dalam pergaulan dan memperoleh kemudahan-kemudahan dalam hidupnya.

Hikmah ibadah haji dan umrah bagi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
1. akan perduli terhadap masyarakat, bangsa dan Negara, ibadah haji yang mabrur akan membawa dampak positif, untuk kemajuan masyarakat umum, misalnya untuk menghilangkan kebodohan dan kemiskinan, melakukan dan meningkatkan usaha-usaha dakwah serta pendidikan islam dan melihat serta meningkatkan kebersihan, keindahan, keamanan, serta ketertiban lingkungan.
2. Ibadah haji dan umrah mendorong umat islam mewujudkan persatuan dan persaudaraan.
3. dengan haji dan umrah umat islam dapat melihat langsung tempat-tempat bersejarah, seperti: Mekah, Madinah, Ka’bah, sumur Zam-zam, Shafa marwah, gua Hira, padang Arafah, menjadikan inspirasi untuk menciptakan kecintaan kepada tanah air, rela berkorban dan membelanya.
4. ibadah haji bias dijadikan forum mukhtamar akbar umat islam untuk membahas, memecahkan masalah yang dihadapi.

Praktek Ibadah haji dan Umrah:
Dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah boleh memillih salah satu dari 3 cara.
1. cara TAMATTU yaitu mengerjakan ibadah umrah terlebih dahulu sampai selesai kemudian baru menunaikan ibadah haji. Jamaah haji dan umrah yang menggunakan cara ini dikenai kewajiban membayar dam/ denda Dan Nusuk, sesuai dengan ketentuan syarak.
2. cara IFRAD yaitu mengerjakan haji terlebih dahulu sampai selesai, kemudian baru melaksanakan umrah. Jamaah haji dan umrah yang memilih cara ifrad, tidak dikenai kewajiban membayar dam. Cara ifrad ini dapat dilaksanakan oleh jamaah haji yang masa wukufnya sudah dekat kurang dari lima hari lagi.
3. cara QIRAN yaitu melakukan ibadah haji dan umrah dalam satu niat, serta melaksanakan pekerjaan-pekerjaan hajji dan umrah secara bersamaan. Muslim/ muslimah yang melaksanakan dg cara ini dekenai kewajban membayar dam (denda).

Berikut perjalanan haji dan umrah.
Tempat2 yang dituju gelombang pertama:
• Indonesia (berangkat)- bandara King Abdul Aziz Jedah- Madinah-Bir Ali-Makkah-Arafah-Muzdalifah-Mina-Makkah-Madinatul Hujjad Jedah-Bandara King Abdul Aziz Jeddah-Indonesia (pulang)

Tempat2 yang dituju gelombang kedua:

• Indonesia (berangkat)-Bandara King Abdul Azis Jeddah-Makkah-Arafah-Muzdalifah-Mina-Makkah-Madinah-Madinatul Hujjaj Jeddah- Bandara King Abdul Aziz Jeddah-Indonesia (pulang).

Penjelasan kegiatan:

A. Indonesia: (pemberangkatan)
• Persiapan pemberangkatan seperti: penimbangan barang di bagasi, pemeriksaan passport, pemeriksaan kesehatan, uang living cost, serta gelang identitas.
• Pemberangkatan: naik bus ke air port, kemudian dilanjutkan dengan penerbangan ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah.
B. Airport Jeddah:
• Gelombang pertama: pemeeriksaan passport, pemeriksaan kesehatan, bagasi, persiapan ke madinah, menuju madinah.
• Gelombang kedua: pemeriksaan passport, kesehatan, bagasi, persiapan ke makkah, menuju Mekah naik bus dan niat haji/umrah.

C. Madinah
• Gelombang pertama: ziarah ke makam Rasul, shalat berjamaah di masjid nabawi 40 waktu, berkunjung ketempat bersejarah, masjid quba,, masjid qiblatain, dan Jabal Uhud. Setelah 8 hari di madinah, bersiap2 menuju Makkah dan singgah di Bir Ali.
• Gelombang kedua: ziarah ke makam rasul, shalat berjamaah di masjid nabawi, berkunjung ke tempat-tempat bersejarah, bersiap2 menuju Jeddah/ Madinatul Hujjaj.
D. Bir Ali
• Bagi yang belum berniat umrah/haji supaya berniat umrah dan haji
• Naik bus menuju mekkah.
E. Makkah
• Gelombang pertamad dan kedua:
– tiba di makkah dari Jeddah/madinah, menempati pondokan, setelah beristirahat bagi haji yang tamattu, dalam keadaan berpakaian ihram melaksanakan: tawaf, sai, dan tahalul (cukur rambut). Bagai haji ifrad melaksanakan tawaf qudum dan tetap berpakaian ihram.
– Sebelum ke arafah wukuf, memperbanyak ibadah di pondokan dan di Masjidil Haram (shalat berjamaah, tawaf sunnah, dan membaca Al Qur’an)
– Pada tanggal 8 Julhijjah,bersiap-siap untuk wukuf di Arafah dengan cara mandi, wudhu, berpakaian ihram, shalat sunnah ihram, dan berniat haji tamattu.
– Naik bus berangkat ke arafah.
• Di mekkah setelah wukuf
– kembali ke pondokan masing-masing
– tawaf ifadah dan sai bagi yang belum
– tawaf wada’ lalu meninggalkan makkah bagi gelombang perttama menuju Jeddah dan gelombang kedua menuju madinah.
A. Arafah
• Sampai di Arafah menempati kemah masing2
• Malam tanggal 9 Julhijah istirahat untuk persiapan wukuf esok hari.
• Wukuf tanggal 9 Julhijah setelah tergelincir matahari sampai dengan magrib.
• Mendengarkan khutbah wukuf, shaat zuhur, ashar jama’ tadim qasar, wukuf dengan membaca Al Qur’an, shalat sunnah dan bedoa.
• Malah hari tanggal 10 Julhijah naik bus menuju Muzdalifah terus ke Mina dalam keadaan berpakaian ihram.
B. Muzdalifah
• Tiba di Muzdalifah sejenak mabit/ bermalam, berdoa, dan mengambil batu kerikil untuk melontar jumrah sebanyak 70 buah.
• Naik bus lagi menuju mina setelah lewat tengah malam tanggal 10 julhijah.
C. Mina
• Menempati kemah yang sudah ditentukan.
• Melontar jumrah Aqobah pada tanggal 10 julhijah, dan menggunting rambut (tahalul awal), lalu dibolehkan melepas pakaian ihram.
• Tanggal 11,12,13 julhijah melontar tiga jumrah (ula, wusta, dan aqobah).
• Bagi yang nafar awal tanggal 12 julhijah sebelum magrib harus sudah meninggalkan mina menuju Makkah dan bagi yang nafar sani, meninggalkan mina pada tangggal 13 Julhijjah seelah melontar tiga jumrah.
D. Jeddah (Madinatul hujjaj)
• Menempati ruangan yang telah ditentukan untuk masing-masing kloter.
• Istirahat menunggu waktu keberangkatan dan menerima passport masing-masing.
• Berangkat ke Bandara King Abdul Aziz untuk pulang ke Indonesia

BAB 11
ZAKAT DAN PAJAK

A. KEWAJIBAN ZAKAT DAN PAJAK
1. Dasar-dasar kewajiban pajak
• Pengertian jakat membersihkan harta, jiwa, dan sifat-sifat tercela seperti kikir, tamak sombong. Menurut istilah zakat: mengeluarkan sebagian harta benda sebagai sedekah wajib, sesuai perintah Allah.
• Zakat : rukun Islam ke tiga. Hokum zakat adalah fardu ‘ain. Zakat adalahibadah maliyah yang paling utama. Orang Islam yang mengngkari zakat adalah murtad. QS 98:5.
• Manfaat jakat: berkah, dan makin bertambah banyak harta muzaki karena doa dari para mustahik.
• Zakaat dibagi 2: zakat fitrah dan zakat mal.
• Zakat fitrah : sedekah wajib menjelang idul fitri dengan beberapa ketentuan dan persyaratan., wajib atas setiap pribadi. Hadits: dari Ibnu Umar, katanya:Rasul mewajibkan zakat fitri (berbuka) bulan Ramadan, sebanyak satu sha’ (3,1) liter tamar/ gandum atas setiap orang Islam merdeka atau hamba sahaya, laki2 atau perempuan. HR Bukhari Muslim.
• Syarat wajib zakkat fitrah: Islam, pada waktu terbenamnya maatahari hari terakhir bulan Ramadan sudah lahir/ hidup. Orang yang punya kelebihan harta.
• Zakat fitrah boleh dibayarkan sejak awal Ramadan.
• Yang dikeluarkan untuk zakaat fitrah adalah akanan pokok seperti beras, jagung, dan gandum. Tetapi boleh dibayar dengan uang seniali dg harga beras 3,1 liter.
• Zakat mal: Emas, Perak, dan mata uang, harta perniagaan, hewan ternak, buah-buahan, biji-bijian, yang dapat dijadkan makanan pokok.
• Barang tambang dan harta rikaz/ harta terpendam.
• Syarat emas, perak, mata uang dan harta perniagaan: Islam, Merdeka, milik pribadi, sampai nisab, telah dimiliki genap 1 tahun.
• Emas 93,6 gram zakatnya 2,5%, perak 672 gram zakatnya 2,5%, uang kontan senilai harga emas, harta perniagaan senilai emas.
• Hewan ternak sapi/ kerbau 30-39 jakatny satu ekor sapi / kerbau berumur 1 tahun. Sapi/ kerbau 40-49 jakatnya satu ekor sapi berumur 2 tahun.
• Hewan ternak kambing/ domba 40-120 ekor kambing, zakatnya 1 ekor, 121-200 ekor kambing zakatnya 2 ekor kambing.
• Hasil pertanian yang wajib dijakati yaitu beras, gandum dan jaagung, (930 ltr), l perkebunan yaitu qurma dan anggur. Zakatnya seniali emas dan perak. Setiap selesai panen.
• Hasil pertambangan seperti emas, perak dan lainya senilai dengan zakat mal uang kontan dan perniagaan. Setelah barang tambang diasilkan.
• Harta rikaz/ terpendam zakatnya 20%.

2. dasar-dasar kewajiban pajak
• pengertian: pungutan wajib, berupa uang yang harus dibayar oleh penduduk sebagai sumbangan wajib kepada Negara atau pemerintah sehubungan dengan pendapatan, kepemilikan, harga beli barang dan sebagainya. Menurut istilah: iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang yang digunakan ntuk membiayai pengeluaran umum. UU 1945 no 23 ayat 2: segala pajak untuk keperluan Negara berdasarkan undang-undang.

B. HUBUNGAN ZAKAT DAN PAJAK
• Dalam Bahasa Arab zakat disebut jizyah-jazaa: membalas jasa atau mengganti kerugian terhadap suatu hal yang telah dihilangkan. QS 9:29.
• Zakat adalah kewajiaban kepada Allah, hukumnya wajib. Harus dg nat ikhlas.
• Pajak adalah iuran wajib kepada Negara, tidak dengan niat seperti zakat.
• Tujuan zakat membersihkan harta, jiwa, memperolej rahmat dari Allah.
• Tujuan pajak adalah menambah pemasukan kas Negara dalam rangka menutupi kekurangan anggaran belanja egara.
• Objek (yang dikenai zakat) adalah hanya orang islam. Mencapai nisabnya.
• Objek pajak adalah semua warga Negara. Tidak tekait kaya miskin, berhutang atau tidak.
• Sasaran zkat: kepentingan kemanusiaan dan ketinggian isllam
• Sasaaran pajak: pengeluaran Negara sesuai ketetapan pemerintah.
• Hubungan zakat dengan pajak: hasil pengumpulan keduanya boleh diperguanakan untuk pembangunan sarana umum, misalnya pembangunan rumah sakit, sarana pendidikan, pembangunan jalan dan jembatan.

C. HIKMAH JAKAT
1. Bagi Muzaki
• Memperoleh ridha dan rahmat dari Allah.
• Membersihkan diri dari sifat2 tercela: tamak, rakus, sombong, kikir. Membiasakan sifat rendah hati, dermawan, hiduup sederhana, melakukan usaha menghilangkan kemiskinan.
• Menunjukan rasa syukur.

2. Bagi Mustahik
• Membentengi perilaku tercela: iri hati, dengki tehadap kelompok kaya
• Mengurangi/ menghilangkan kemiskinan.
Zkaat produktif: untuk modal usaha.
Zakat konsumtif: zakan yang bias langsung dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup

D. PENGELOLAAN ZAKAT DI INDONESIA

Qs 9:60 : Zakat dikella oleh amil zakat, yang bertugas mengumpulkannya dan membagiikannya kepada para mustahik.
Di Indonesia pengelolaan zakat mendapat perhatian dari ulama dan pemerintah, terbukti berdirinya “Badan Amil Zakat infaq dan sadaqah (BAZIS) di DKI Jakarta berdasakan keputusan gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. CB/14/8/18/68.. yang diikuti oleh daerah2 lain di Indonesia.
System pengumpulan zakat sbb:
1. zakat, infaq sadaqah dikumpulkan oleh ketua RT/RW kemudian diteruskan ke BAZIS masing2 daerah- ke BAZIZ Jakarta.
2. zaat infaq sadaqah dari karyawan di koordinasikan oleh (Bapin roh) badan Pembina keserohanian untuk diteruskan ke BAZIS DKI.
3. zakat infaq sadaqah dari pengusaha nasional, pedagang, para pemilik toko, hartawan, dikoordinasi langsung oleh BAZIS DKI, atas nama gubernur kepala daerah.

Zakat yang telah terkumpul di DKI kemudian diserahkan kepada enam asnaf: yaitu fakir, miskin, mu’alaf, gharim, sabilillah, dan ibnu sabil,, amil zakat dijakarta tidak mendapat bagian karena disubsidi oleh pemerintah daerah. Mengenai budak dan hamba sahaya, tidak ada pembagiannya karena.
Besarnya pembagian zakat diatur oleh surat keputusan gubernur. Contoh pada tahun 1991/1992 ditetapkan fakir miskin 40%, sabilillh 50%, mualaf, gharimin dan iibnu sabil 10%.

1 Komentar

  1. afwan tidak berurutan babnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: