wayjeparanegriku

Just another WordPress.com site

Ringkasan Kisah nabi Ibrahim

KISAH NABI IBRAHIM AS.
(Dari kitab-kitab Kisah para Nabi dan Istri-istri Nabi)

Ibnu Jarir Ath-Thabari menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim putra dari Azar (Tarikh) bin Nahur bin Sarugh bin Arghu bin Faligh bin Abir bin Syalikh. Di dalam Al biyadah wa an Nihayah ditambah lagi (bin Abir, bin Qinan bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh.
Saudara Ibrahim adalah Nahur dan Haran. Haran melahirkan Luth (nabi Luth). Menurut Ibnu Katsir, Nabi Ibrahim adalah anak yang paling tengah
Nabi Ibrahim diberi gelar Abu Adh Dhaifan (Bapak Tamu). Yakni orang yang pertama kali menyuguhkan, menjamu tamu dengan daging, ketika itu para Malaikat datang untuk memberitahukan bahwa Nabi Ibrahim akan di beri anak. Selain itu para malikat akan datang menemui Nabi Luth.

a. Kelahiran Nabi Ibrahim.
Nabi Ibrahim dilahirkan pada masa kekuasaan Raja Namruz bin Kan’an di Kaldan atau Babylonia (yang berarti sungai). Karena di Irak terdapat dua sungai besar yakni Tigris (Daljah) dan Eufrat (Al Furat). Keadaan negara/ kerajaan pada waktu itu dalam keadaan makmur, rakyat hidup senang sejahtera, dalam keadaan serba cukup, baik sandang, pangan maupun sarana-sarana yang menunjang kehidupan mereka. Namun kehidupan mereka pada tingkatan jahiliyah yakni tidak mengenal Tuhan mereka yang sebenarnya. Namruz adalah raja yang sewenang-wenang, hidup bermewah-mewahan, d an ia merasa dirinya lebih baik disembah sebagai Tuhan ketimbang patung-patung. Jadi kaum Namruz, selain menyembah patung juga diperintahkan menyembah Namruz. Untuk itu Allah mengutus Nabi Ibrahim sebagai pemberi peringatan.
Sebelum kelahiran Nabi Ibrahim, Namruz diberitahu oleh para Ahli nujum dan ahli sihir, bahwa akan lahir dari kaumnya seorang yang akan mengacak-acak agama nenek moyang mereka. Maka Namruz memerintahkan kepada pengikutinya untuk Memeriksa setiap ibu yang hendak melahirkan dan membunuh bayi-bayi laki-laki. Namun Ibu Ibrahim lolos dari pengamatan Namruz. Menurut sebagian pendapat ibu Ibrahim diunsikan ke suatu daerah (kampungnya), dan sebagian pendapat mengatakan Namruz tidak mengetahui ibu Ibrahim hamil adalah beliau adalah seorang gadis kecil.
Saat hendak melahirkan Ibu Ibrahim pergi kesebuah goa yang tidak jauh dari kampungnya. Kemudian beliau meninggalkan bayinya dan menutup goa dengan batu. Dan pulang ke rumahnya. Ketika suaminya bertanya tentang bayinya dia mengatakan bayinya tidak hidup. Setiap menjelang malam ibu Ibrahim menjenguk anaknya di dalam goa, ia mendapati anaknya selalu menghisap jarinya. Orang-orang berpendapat bahwa Allah memberikan rizki kepada Ibrahim dari hisapannya.
Ibu Ibrahim meninggalkan anaknya selama lima belas bulan. Ada yang berpendapat sampai remaja. Ibu ibrahim mengeluarkan Ibrahim atas permintaan Ibrahim untuk melihat dunia luar. Awalnya ibunya mengeluarkannya pada setiap menjelang malam hari. Itu sebabnya Ibrahim sering merenung tentang siapa Tuhan yang menciptakannya. Ketika Ibrahim melihat bintang disangkanya ia adalah Tuhan, tapi bintang itu tenggelam dan Ibrahim tidak suka yang tenggelam. Keesokannya ia melihat bulan, maka ia menyangka bahwa ia adalah Tuhan, tapi bulan itu tenggelam, dan Ibrahim tidak suka yang tenggelam, keesokannya ia melihat matahari maka mengira ia adalah Tuhan karena bentuknya lebih besar. Tapi lagi2 ia tenggelam dan Ibrahim tidak suka yang tenggalam. Hal ini dikisahkan dalam QS Al An’am: 78-79.
Suatu saat Nabi Ibrahim di bawa pulang oleh ibunya, dan ibunya menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Ayah Nabi Ibrahim. Ayah Ibrahim senang dan menerima kedatangan Nabi Ibrahim. Seperti anak-anak yang lainnya Nabi Ibrahim disuruh membantu pekerjaan ayahnya, yakni bertugas menjual patung2 buatan ayahnya. Nabi Ibrahimpun berdagang yang selalu mengucapkan:”Siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berharga ini, yang tidak bermanfaat dan tidak memberi kemudhorotan?”
Suatu saat Nabi Ibrahim ingin melihat makhluk yang sudah mati dihidupkan kembali oleh Allah sebagai penambah keimanannya. Akhirnya Allah menyuruh Nabi Ibrahim mengambil 4 ekor burung yang menandainya, kemudian burung itu disembelih, dipotong-potong menjadi bagian kecil, kemudian dicampur baurkan. Kemudian Allah menyuruhnya untuk di letakkan pada 4 puncak gunung yang tidak berjauhan. Kemudian Allah menyuruh memanggil burung-burung tersebut. maka datanglah keempat burung tersebut menghampiri Nabi Ibrahim dalam bentuk seperti semula.
Nabi Ibrahim, sering menasihati ayahnya dengan sopan dan beradab untuk tidak membuat patung, dan hanya beribadah kepada Allah. Namun ayahnya menjadi marah. Ayah Ibrahim menganggapnya telah berbuat dosa karena mengecam sesembahan ayahnya. Hal ini dikisahkan dalam Al Quran Surat Maryam: 42,46. Ash shofat: 89, 93
Al Anbiya: 57, 59, 60, 61-63, 65-67

b. Ibrahim di tempat ibadah orang-orang Musyrik
Suatu hari ayahnya mengajak Ibrahim merayakan hari raya, ayahnya merasa yakin kalau Nabi Ibrahim akan merasa kagum. Namun Nabi Ibrahim menolaknya, ia mengakatan bahwa ia sedang sakit. Ash Shofat:89. padahal nabi Ibrahim punya rencana akan menghancurkan berhala-berhala QS 21:57.
Sudah menjadi kebiasaan kaum Babylon ketika hari raya, mereka pergi ke tanah lapang, berkemah hingga beberapa hari dengan membawa perbekalan.
Nabi Ibrahim pergi ke tempat ibadah kaumnya saat kaumnya merayakan hari raya. Ia menghancurkan berhala-berhala dan menyisakan salah satu yang paling besar. Nabi Ibrahim menggantungkan kapaknya pada pundak patung yang paling besar.
Setelah kaum Nabi Ibrahim kembali dari perayaan hari rayanya, mereka terkejut melihat patung2 sudah porak poranda. Mereka langsung menuduh Nabi Ibrahim karena selama ini, Nabi Ibrahimlah yang menentang masalah agama mereka. QS 21:60.

c. Ibrahim berdebat menggunakan logika
Nabi Ibrahim ditiangkap dan dihadapkan kepada Namruz. QS 21:61. Namruz bertanya, “apakah kamu yang melakkukan perbuatan ini? Ibrahim menjawab,”Sebenarnya patung besar itulah yang melakukannya, maka tanyakan saja pada berhala itu jika mereka dapat berbicara?” QS Al Anbiya:62-63.
Sebagian mereka tersadar QS 21:65, kemudian mereka tertunduk QS 21:65. dan 21:65-67.
Namruz dan Nabi Ibrahim berdebat tentang Tuhan mereka. Nabi Ibrahim mengatakan Tuhanku bisa menghidupkan dan mematikan QS 2:258. Namruz berkata,”Aku dapat menghidupkan dan mematikan QS 2:258. (mengambil contoh dua orang. Yang satu dibiarkan hidup dan yang satu lagi di bunuhnya.
Nabi Ibrahim berkata,”Tuhanku menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat!” QS 2:285. Namruzpun tidak dapat berkata apa-apa, ia terdiam QS 2:258.
Dari Ja’far dari Qasim, AL Husain, Hujjaz, ibnu Juraij, Wahab bin Salman, syu’aib bin Al Jabba’i, dia berkata: “kemudian berkatalah Hainun,”Bakarlah dia”. Allah akan menenggelamkan Hainun sampai hari kiamat.
Kemudian Namrud memerintahkan kaumnya untuk mengumpulkan kayu bakar. Dirikanlah suatu bangunan untuk membakar Ibrahim! QS Ash Shofat:97.

d. Ibrahim dilempar ke dalam api
Nabi Ibrahim dilempar kedalam api. Namun api itu tidak membuat beliau terbakar atas perintah Allah. Dalam suatu riwayat disebutkan Allah menurunkan malaikat yang diserupakan dengan Nabi Ibrahim, untuk menenangkannya. Allah membuat Namrud bisa melihat hal ini. Kemudian berdialoglah Namrud dengan Ibrahim. Diantara dialognya, Namrud berkata, “Betapa besar Tuhanmu Wahai Ibrahim”, “Sebaik-baik Tuhan adalah tuhan Mu wahai Ibrahim” “Aku tidak sanggup meninggalkan kerajaanku, tetapi aku berkorban untuknya 4.000 sapi. Namun Nabi Ibrahim menolaknya karena Namrud tidak memeluk agama Ibrahim. Tetapi karena kesombongan dan keangkkuhannya Namrud tidak beriman kepada Allah dan nabi Ibrahim. Hal 96-97

e. Di Hebron Palestina
Setelah kejadian pembakaran Ibrahim, maka sebagian kaum Namrud beriman kepada Allah, tak terkecuali saudara-saudaranya. Luth keponakan Nabi Ibrahim, anak dari Haran saudara Nabi Ibrahim. Saudara yang lain yakni Nahur yang memiliki anak yang bernama Batwail yang memiliki anak lagi yakni Laban. Batwail memiliki putri yakni Riqba yakni istrinya Nabi Ishaq. Sedangkan Liya dan Rahail adalah istri Nabi Ya’kub (anak Laban). Ya’kub melahirkan Nabi Yusuf.
Nabi Ibrahim pindah ke Palestina bersama Sarah dan Luth. Nabi Luth tinggal di sekitar laut mati. Perbatasan antara palestina dan Israel (daerah yang dikenal dengan sebutan Buhairah). Sedangkan Nabi Ibrahim tinggal di Al Khalil (kekasih Allah) dekat Batul Maqdis.
Nabi Ibrahim menikah dengan Sarah putri dari Haran saudara tertua Nabi Ibrahim. Pendapat lain mengatakan Sarah adalah putri dari Raja Haran yang dinikahinya setelah ia bertemu ketika setelah hijrah dari negri kaum Namrud. Yakni di Hebron (Syam), Palestina. Sarah adalah orang yang beriman, (kata Fir’aun ke 1) cantiknya Sarah belum ada tandingannya.

f. Ibrahim menuju Mesir
Hijrahnya Nabi Ibrahim, sampailah ia di Negri Mesir yang dikuasai oleh Fir’aun ke 1. kaum fir’aun ada yang melaporkan bahwa ada seorang pria yang membawa wanita cantik yang kecantikannya belum pernah ada yang menandingi. Maka dipanggilkan nabi Ibrahim, dan ditanya siapa wanita yang bersamanya, Nabi Ibrahim Menjawab ia Saudariku (maksudnya saudara seiman karena tidak ada lagi orang yang beriman di Mesir). Fir’aun menyuruh Ibrahim mendandani dan membawa Sarah kepadanya. Nabi Ibrahim pun melakukannya. Namun Allah Menjaga kehormatan Sarah atas doa-doa Sarah dan Nabi Ibrahim. Berkali-kali Fir’aun Ke 1 hendak menodainya tetapi Allah menjaganya. Sehingga Ibrahim menyuruhnya pulang dan memberikan hadiah berupa Budak yang bernama Hajar. Sebenarya Nabi Ibrahim mengetahui kejadian sejak Sarah berangkat hingga pulang, Allah lah yang telah menjaganya, agar Nabi Ibrahim merasa tentram.
Kemudian Nabi Ibrahim kembali ke Taiman (Baitul Maqdis) (yaitu Tahah suci yang memiliki banyak makanan, hamba sahaya dan harta yang melimpah.
Nabi Ibrahim tidak memiliki anak, karena Sarah seorang yang mandul. Dan ketika umur mereka sudah mencapai umur tua Sarah memerintahkan kepada Ibrahim untuk menikahi hajar,”Ambillah dia, sesungguhnya aku melihatnya sebagai wanita yang bersinar. Semoga dia memberimu anak kepadamu.” Nabi Ibrahim pun menikahinya dan Hajar mengandung. Melihat hal itu Sarah mulai cemburu karena dengan hadirnya anak, menjadi muliah kedudukan Hajar. Setelah melahirkan (Ismail) Sarah mengusir Hajar. Nabi Ibrahimpun mengajaknya pergi dengan petunjuk dari Allah berupa angin yang berputar. Dan sampailah mereka di dekat Ka’bah (Mekah). Lalu Nabi Ibrahim meninggalkan keduanya. Hajar bertanya mengapa nabi Ibrahim meninggalkannya di tempat yang gersang? Nabi Ibrahim diam saja tanpa menoleh, kemudian Hajar Bertanya apakah ini perintah Allah? Nabi Ibrahim menjawab Ya. Maka Hajar menjadi lega. mereka didatangi oleh malaikat.
Nabi Ibrahim kembali ke Palestina dan hidup bersama Sarah hingga malaikat mikail dan dan israfil menemuinya untuk menyampaikan dua berita bahagia dan berita duka. Mikail menyampaikan berita bahagian karena sarah akan dikauniai keturunan sedang israfil menyampaikan bahwa Allah akan menimpakan azab kepada kaum Nabi Luth. Sarah dikisahkan tertawa, seolah tidak percaya karena beliau sudah tua. Pada hal. 108. Sarah sudah berumum 99 Tahun dan Ibrahim 120 Tahun. Sarah melahirkan Ishaq dari Ishaq lah lahir Ya’kub, kemudian Yusuf.
Beberapa kali Nabi Ibrahim pergi menemui anaknya Nabi Ismail, yakni ketika Menyuruh Nabi Ismail Mecerai istri yang pertama, kemudian ketika menyuruh Nabi Ismail mengokohkan (mempertahankan istri yang kedua), ketika meninggikan Baitullah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: